Rabu, 13 Maret 2013

Tugas 1

Perencanaan dan Manajemen Ritel


Ritel secara umum sering diartikan salah oleh masyarakat, ketika mereka mendengar kata ritel disebutkan banyak orang yang berasumsi pada supermarket atau hypermarket. Padahal pemahaman tersebut adalah salah karena pada dasarnya ritel memiliki makna yang lebih luas.

Pengertian Ritel

Menurut kamus, pengertian ritel adalah penjualan barang atau jasa kepada masyarakat. Sehingga, dari pengertian ini terlihat bahwa ritel bukan sekedar kegiatan menjual barang nyata kepada konsumen. Namun aktivitas memberikan pelayanan jasa, bisa juga disebut sebagai bagian dari kegiatan ritel.

Pengertian ini diharapkan mampu mengubah persepsi masyarakat tentang pemahaman kata ritel. Bahwa pengertian ritel tersebut menunjukkan bahwa segala aktivitas yang terkait dengan perdagangan barang dan jasa, merupakan bagian dari kegiatan ritel.
Ritel Berpotensi
Di tengah era maju seperti sekarang ini, ada dua jenis bisnis ritel yang sedang berkembang pesat. Peluang yang dimanfaatkan dari kedua jenis ritel ini adalah melalui perkembangan teknologi informasi, serta dengan memanfaatkan momentum perdagangan bebas.

Kedua jenis ritel tersebut adalah :
1. E-Marketing

Pengertian ritel jenis ini adalah sebuah transaksi perdagangan yang memanfaatkan jaringan internet. Pada sistem ini, antara penjual dan pembeli tidak pernah bertemu secara langsung. Proses penawaran barang pun dilakukan melalui transaksi jarak jauh dengan bantuan perangkat telekomunikasi internet.

2. Mini Ritel

Mini ritel ini sebenarnya merupakan cabang dari perusahaan ritel besar yang mengembangkan strategi untuk masuk ke daerah-daerah yang lebih kecil. Sebab, dalam undang-undang diatur bahwa perusahaan ritel besar dilarang untuk beroperasi di daerah seperti kecamatan atau pedesaan.

Oleh karenanya, mereka membuka mini ritel ini untuk menyiasati aturan tersebut. Caranya dengan membuka gerai yang besarnya seperti toko kelontong, namun dengan sistem dan standar sebagaimana perusahaan induknya.

Sistem ini pun banyak ditawarkan dengan konsep waralaba. Sehingga masyarakat luas memiliki kesempatan untuk membuka usaha ritel tersebut di wilayah yang diinginkan. Termasuk dengan membuka usaha yang berdekatan dengan pasar tradisional atau juga wilayah pemukiman.

Proses Perencanaan dan Manajemen Ritel

Industri ritel terus berubah seiring dengan perubahan teknologi, perkembangan dunia usaha, dan tentunya kebutuhan konsumen. Ritel adalah keseluruhan aktivitas bisnis yang terkait dengan penjualan dan pemberian layanan kepada konsumen untuk penggunaan yang sifatnya individu sebagai pribadi maupun keluarga.

Agar berhasil dalam pasar ritel yang kompetitif, peritel harus dapat menawarkan produk yang tepat, dengan harga yang tepat, pada tempat yang tepat, dan waktu yang tepat. Oleh karena itu, pemahaman peritel tehadap karakteristik target pasar atau konsumen yang akan dilayani merupakan hal yang sangat penting.

Dalam operasionalnya peritel menjalankan beberapa fungsi antara lain membantu konsumen dalam menyediakan berbagai produk dan jasa, menjalankan fungsi memecah (bulk breaking), maupun menambah nilai produk. Secara keseluruhan, pengelolaan binis ritel membutuhkan implementasi fungsi-fungsi manajemen secara terintegrasi baik fungsi keuangan, pemasaran, sumber daya manusia, maupun operasional. Pemahaman keseluruhan atas isi buku ini membutuhkan telaah menyeluruh terhadap proses pengambilan keputusan dalam manajemen ritel yang diperjelas yaitu lingkup bisnis, mengembangkan strategi ritel, manajemen barang dagangan, dan manajemen toko.

Pengertian Manajemen Ritel
Manajemen ritel adalah pengaturan keseluruhan faktor-faktor yang ebrpengaruh dalam proses perdagangan ritel,yaitu perdagangan langsung barang dan jasa kepada konsumen.

Klasifikasi Ritel

1. Klasifikasi deskriptif
Pasar ritel dibagi menjadi 2 tipe yaitu berdasarkan :
a. tipe kepemilikan (type of ownership)
b. tipe keragaman barang yang dijual(type of merchandise carried)

2. Klasifikasi strategic
Pasar retel dibedakan berdasarkan strategi yang digunakan,yaitu :
a. margin/turnover strategy
b.retail price and service strategy
c. strategic group classification
d. gross margin – merchandise type classification

3. Klasifikasi tingkat pelayanan
Dibagi menajadi :
a. penjualan eceran swalayan
b. penjualan eceran dengan memilih dendiri
Contoh : toko baju dipasar
c. penjualan eceran dengan penjualan terbatas
Contoh : toko elektronik
d. penjualan eceran dengan pelayanan penuh
Contoh : toko perhiasan,butik

Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap bisnis ritel adalah 4P yaitu Place,Price,Produck dan Promotion
Oleh karena itu sebelum memulia bisnis ini hendaknya kita harus sudah memahaminya dengan benar untuk memperkecil resiko kerugian.

Strategi Saluran Pemasaran Ritel

Strategi pemasaran ritel adalah pemasaran yang mengacu kepada variabel, dimana pedagang eceran dapat mengkombinasikan menjadi jalan alternatif sebagai suatu strategi pemasaran untuk dapat menarik konsumen. Variabel tersebut umumnya meliputi faktor seperti : variasi barang dagangan dan jasa yang ditawarkan, harga, iklan, promosi, dan tata ruang, desain store, lokasi store dan merchanding (Retail marketing management, 2003). Untuk menjaga kelangsungan hidup serta kemajuan dan keunggulan dalam bisnis eceran yang semakin kompetitif, maka pengelola bisnis tersebut harus berupaya menerapkan strategi berupa program bauran penjualan eceran yang diharapkan memunculkan minat konsumen.
Komponen produk, harga, tempat, dan promosi atau lebih dikenal dengan 4P (product, price, place, and promotion) dengan menitikberatkan perhatian yang berbeda-beda pada keempat variabel tersebut karena tergantung kepada sipembuat keputusan pemasarannya untuk menyesuaikan dengan lingkungan yang cenderung berubah-ubah yang berusaha untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dan mencapai tujuan perusahaan, dimana konsep tersebut berlaku bagi bisnis eceran dengan penekanan pda faktor yang berlainan (McCarthy, 1993)

Prinsip dasar pada ritel modern yang terdiri dari 4 P:

a. Product (Produk)

Produk menurut Kotler and Armstrong (2001) adalah segala sesuatu yang ditawarkan kepasar untuk diperhatikan, dimiliki, digunakan, atau dikomsumsi yang dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan. Menurut Porter (1996), keunggulan suatu produk agar dapat diterima dan bertahan dipasar ditentukan oleh ciri khas atau keunikan produk tersebut dibandingkan dengan produk yang lain yang ada dipasar (Porter, 1996)

b. Price (Harga)

Strategi dalam penetapan harga bisa dilakukan dengan beberapa cara, misalnya : Harga bundling, harga predatory, harga berbasis kompetisi, harga cost plus, harga berorientasi pasar, harga premium, harga psikologis, harga dinamis (Kotler and Armstrong, 2010). Ada tiga pihak yang menjadi dasar pertimbangan dalam penetapan harga oleh sebuah perusahaan ritel yaitu konsumen, dirinya sendiri, dan pesaing.
Menurut Ma’ruf (2005) , impementasi strategi harga antara lain :
- Penetapan harga secara tetap untuk periode waktu tertentu dan harga yang ditetapkan secara variatif sesuai fluktuasi tingkat permintaan konsumen.
- Penetapan harga ganjil, seperti Rp. 99.000, Rp. 199.000, Rp. 749.000
- Leader pricing, penetapan harga dimana profit marginnya lebih rendah daripada tingkat yang biasa diraih bertujuan untuk menarik konsumen yang lebih banyak.
- Penetapan harga paket, yaitu harga yang didiskon untuk penjualan lebih dari satu unit per itemnya.
- Harga bertingkat, ini diberlakukan untuk produk yang mempunyai banyak model dan harga yang beragam.
c. Promotion (Promosi)
Menurut Philip Kotler (1997, p.153) proses keputusan pembelian dipengaruhi oleh rangsangan pemasaran dan rangsangan lain. Bauran promosi yang meliputi periklanan (advertising), penjualan pribadi (personal selling), hubungan masyarakat (public relation) dan publisitas(publicity), promosi penjualan (sales promotion), dan pemasaran langsung (direct marketing) adalah bagian dari rangsangan pemasaran yang merupakan variabel yang dapat dikontrol oleh perusahaan.
Menurut Schoell (1993, p.424), Tujuan promosi adalah memperoleh perhatian, mendidik, mengingatkan, dan meyakinkan.

d. Place (Lokasi)

Saluran pemasaran adalah serangkaian organisasi yang saling tergantung yang terlibat dalam proses menjadikan barang dan jasa siap digunakan atau dikomsumsi (Kotler, 2002). Menurut Losch, Lokasi penjualan sangat berpengaruh lokasi penjual sangat berpengaruh terhadap jumlah konsumen yang dapat digarapnya. Makin jauh dari tempat penjual, konsumen makin malas membeli karena biaya transportasi untuk mendatangi tempat penjual semakin mahal. Losch cenderung menyarankan agar lokasi produksi berada dipasar atau dekat dengan pasar.
Lokasi adalah faktor terpenting dalam pemasaran ritel. Pada lokasi yang tepat, sebuah gerai akan lebih sukses dibandingkan gerai lainnya yang berlokasi kurang strategis, meskipun keduanya menjual produk yang sama dengan pramuniaga yang sama terampilnya dan mempunyai citra toko yang bagus.
Startegi pemasaran yang baik juga harus didukung dengan kualitas pelayan yang baik. Menurut Christopher H. Lovelock et.al (1996) menyatakan bahwa kualitas pelayanan merupakan bentuk pelayanan yang harus disesuaikan dengan harapan dan kepuasan konsumen didalam memenuhi kebutuhan dan keinginan mereka. Salah satu cara perusahaan untuk tetap dapat unggul bersaing dengan memberikan pelayanan dengan kualitas yang lebih tinggi dari pesaingnya secara konsisten. Harapan konsumen dibentuk oleh pengalaman masa lalunya, pembicaraan dari mulut kemulut serta promosi yang dilakukan kemudian dibandingkannya. Menurut Payne (2000) membentuk model kualitas pelayanan yang menyoroti syarat-syarat utama memberikan kuliatas pelayanan diantaranya adalah :
- Kesenjangan antara harapan konsumen dengan persepsi management
- Kesenjangan antara persepsi management terhadap harapan konsumen dengan spesifikasi terhadap kualitas pelayanan.
- Kesenjangan antara spesifikasi kualitas pelayanan dan penyampaian pelayanan.
- Kesenjangan antara pelayanan yang dirasakan dan pelayanan yang diharapkan.
Menurut Zeithaml and Bitner (2003), kualitas pelayanan mencerminkan evaluasi persepsi konsumen tentang elemen-elemen jasa (kualitas interaksi, kualitas lingkungan fisik, dan kualitas hasil), kemudian elemen-elemen jasa akan dievaluasi berdasarkan dimensi kualitas pelayanan yang spesifik, antara lain : kehandalan, daya tangkap, jaminan, kemudahan dalam melakukan hubungan, dan bukti langsung. 
Sumber : http://lieswardany.blogspot.com/2011/02/pendahuluan-    tentang-ritel.html

Jumat, 29 Juni 2012

Tugas 15

PEMASARAN HUBUNGAN

Pemasaran hubungan ialah proses mengidentifikasikan dan menciptakan nilai dengan pelanggan individu dan berbagi manfaat sepanjang masa.

Prinsip penjualan pribadi dan negoisasi yang dijelaskan sajauh ini berorientasi pada transaksi karena tujuannya ialah menutup penjualan tertentu. Tetapi dalam banyak kasus, perusahaan tersebut tidak mencari penjualan langsung, melainkan membangun hubungan pemasok pelanggan jangka panjang.
Mereka lebih menyukai pemasok yang dapat menjual dan mengirimkan beberapa produk dan layanan yang terkoordinasi ke berbagai lokasi, yang dapat dengan cepat memecahkan masalah yang timbul di tempat-tempat yang berbeda dan yang dapat bekerja erat eengan tim pelanggan untuk meningkatkan produknya.
Sumber: buku manajemen pemasaran jilid 12 (philip kottler dan kevin lane keller)
PEMASARAN HUBUNGAN MELIPUTI
a.     Pemahaman :
Dimulai dari perusahaan
b.     Fokus :
Didapat aktivitas yang diperuntukkan
c.      Mengelola :
Bermitra dengan pelanggan mewujudkan manfaat bersama

DASAR-DASAR PEMASARAN HUBUNGAN

a.     Partnership
Partnership maupun kemitraan menunjukkan kepada pandangan perusahaan akan pentingnya melibatkan stakeholder kepada program yang sedang dilaksanakan.
b.     Policy
Kebijakan perusahaan menjadi dasar dari pada program pemasaran hubungan. Perusahaan senantiasa menerapkan kebijakan dimana seluruh departemen mejadi pemasar.

PEMASARAN HUBUNGAN TERHADAP PELANGGAN

Merupakan strategi yang mengarah kepada aktivitas pemasaran yang diarahkan untuk membentuk, mengembangkan dan mempertahankan hubungan secara sukses. Selain itu juga pemasaran hubungan terhadap pelanggan mempunyai fungsi yaitu ; harapan dan persepsi terhadap kinerja setelah pelanggan menggunakan dan mendapatkan pelayanan, kepuasan pelanggan merupakan modal dasra bagi perusahaan dalam membentuk loyalitas pelanggan. Besarnya pengaruh pemasaran hubunungan terhadap pelanggan terhadap loyalitas adalah sebesar 58,1%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Sehingga dapay disimpulkan bahwa morelasi antara pemasaran hubungan pelanggan dengan loyalitas pelanggan adalah kuat dan memilik hubungan yang positif.

Penjualan Personal

Perusahaan perlu terus menerus memberikan pelatihan terhadap salespersonnya. Mencapai target penjualan yang ditetapkan. Agar salesperson dapat bekerja secara efektif, maka perlu memeperhatikan prinsip-prinsip atau aspek-aspek dalam penjualan personal. Prinsip-prinsip dalam penjualan personal antara lain profesionalisme, keterampilan negoisasi, dan relationship.


Tugas 14

ANGGARAN PERIKLANAN

Anggaran periklanan yaitu proses yang sederhana, yang memungkinkan seseorang untuk menerima alasan bahwa tingkat terbaik dari berbagai investasi yaitu tingkat yang dapat memaksimalkan laba. Asumsi ini mempengaruhi aturan untuk menetapkan anggaran periklanan, melanjutkan investasi dalam periklanan sepanjang pendapatan marginal.

FAKTOR MENETAPKAN ANGGARAN IKLAN

a.    Tahap dalam siklus hidup produk
Produk baru biasanya mendapat anggaran iklan yang besar guna membangun kesadaran dan mengupayakan pelanggan mencobanya.
b.    Pangsa pasar dan basis konsumen
Merek berpangsa pasar tinggi biasanya membutuhkan lebih sedikit pengeluaran iklan. Untuk membesar pangsa dengan meningkatkan ukuran pasar, diperlukan pengeluaran yang lebih besar.
c.    Persaingan dan gangguan
Dalam pasar memiliki sejumlah besar pesaing dan pengeluaran iklan yang tinggi, suatu merek harus diiklankan secara besar-besaran.
d.    Frekuensi iklan
Jumlah pengulangan yang diperlukan untuk menyampaikan pesan merek tersebut kepada konsumen mempunyai dampak penting terhadap anggaran iklan.
e.    Daya subtitusi produk
Merek-merek dalam kelas komoditas memerlukan iklan besar-besaran untuk membangun citra yang berbeda.
Sumber: buku manajemen pemasaran jilid 12 (philip kottler dan kevin lane keller)

METODE ANGGARAN PERIKLANAN YANG BISA DIBELANJAKAN

a.    Metode sesuai kemampuan
Ialah metode menetapkan anggaran periklanan berdasarkan kemampuan perusahaan. Metode ini mengabaikan peranan iklan sebagai investasi dan berpengaruh langsung pada volume penjualan.
b.    Metode persentase anggran penjualan
Perusahaan menetapkan anggaran iklan merek secara sederhana dengan menetapkan anggaran sebagai persentase volume penjualan yang lau atau yang akan datang.
c.    Metode anggaran pesaing
Metode ini menetapkan anggaran berdasarkan berapa besar pesaing membelanjainya.
d.    Metode sasaran dan fungsi
Metode ini menetapkan anggaran berdsarkan anggran yang spesifik, fungsi harus mencapai sasaran dan memperkirakan biaya untuk melaksanakan fungsi tersebut.
e.    Metode pangsa pasar
Metohttp://www.blogger.com/blogger.g?blogID=7429307970776707225#editor/target=post;postID=6925760236394237004de ini menetapkan anggaran berdasarkan berapa besar pangsa pasar perusahaan tersebut.
f.    Metode kombinasi
Metode ini harus mempertimbangkan efisiensi, sasaran dan fungsi yang spesifik, memelihara pangsa pasar, mempertimbangkan pesaing dan membandingkan dengan anggaran tahun lalu.
 
Refrensi: http://yoanastriana15.blogspot.com/2012/04/tugas-9-manajemen-penjualan.html

Tugas 13

PROFESIONALISME

Profesionalisme adalah sifat-sifat (kemampuan, kemahiran, cara pelaksanaan sesuatu dan lain-lain) sebagaimana yang sewajarnya terdapat pada dilakukan oleh seseorang profesional.

CIRI-CIRI PROFESIONALISME :

a.     Keinginan untuk selalu menampilkan perilaku yang mendekati piawai ideal ialah, seseorang yang memiliki profesinalisme tinggi akan selalu berusaha untuk mewujudkan dirinya sendiri untuk sesuai dengan piawai yang telah ditetapkan.
b.     Meningkatkan dan memelihara imej profesion ialah, profesionalisme yang tinggi ditunjukkan oleh besarnya keinginan untuk selalu meningkatkan dan memelihara imej profesion melalui perwujudan perilaku profesionnal.
c.      Keinginan untuk senantiasa mengejar kesempatan pengembangan yang dapat meningkatkan dan untuk memperbaikikualiti pengetahuan dan keterampilannya.
d.     Mengejar kualiti dan cita-cita dalam profesion ialah, profesional ditandai dengan kauliti rasa bangga akan profesion yang dipegangnnya.


Refrensi : http://yoanastriana15.blogspot.com/2012/04/tugas-4-manajemen-penjualan.html

Tugas 12

MEDIA PERIKLANAN
 
Ialah, segala sarana komunikasi yang dipakai untuk mengantarkan dan menyebar luaskan pesan-pesan iklan.

KARAKTERISTIK MEDIA PERIKLANAN

a.     Above The Line

Media cetak
Menurut Rhenald Khasali (1995;999) media cetak ialah, suatu media yang statis dan mengutamakan pesan-pesan visual.
Fungsi utama media cetak ialah, member informasi dan menghibur.

Adapun keunggulan media cetak :

1.    Surat kabar
Market coverage, surat kabar dapat menjangkau daerah-daerah perkotaan sesuai dengan cakupan pasar.
2.    Comparsion shopping
Keuntungan kedua menyangkut kebiasaan konsumen membawa surat kabar sebagai referensi untuk memilih barang sewaktu belanja.
3.    Positive consumer attitudes
Konsumen umumnya memandang surat kabar memuat hal-hal actual yang perlu segera diketahui khalayaknya pembaca.
4.    Flexibility
Pengiklanan dapat bebas memilih pasar mana yang akan diprioritakan.

Majalah
Adapun keunggulan majalah :
1.    Khalayak sasaran salah satu keunggulan majalah jika dibandingkan dengan media lainnya adalah kemampuannya menjangkau segmen pasar tertentu yang terspesialisasi.
2.    Penerimaan khalayak, adalah kemampuan mengangkat sasaran terhadap prestise majalah yang bersangkutan.
3.    Long life span, majalah adalah media yang memiliki usia edar paling panjang dari seluruh media yang ada. Selain itu, majalah juga memiliki khalyak umumnya disimpan hingga bertahun-tahun sebagai referensi.
4.    Kualitas visual, majalah sangat prima karena umumnyan dicetak diatas kertas berkualitas tinggi. Kebanyakan majalah dapat menyajikan tata warna, reproduksi warna.

Media televisi
Adapun keunggulan nedia televisi :
1.    Efisiensi biaya, banyak pengiklanan memandang televisi sebagai media yang paling efektif untuk menyampaikan pesan-pesan komersialnya. Salah satunya ialah menjangkau khalayak sasaran sangat luas.
2.    Dampak yang kuat, keunggulannya ialah kemampuannya menimbulkan dampak yang kuat terhadap konsumen, dengan tekanan pada sekaligus dua indera yaitu penglihatan dan kuat terhadap konsumen.

Media radio
Seperti majalah, radio adalah media yang memilik jangkauan selektif terhadap segmen pasar tertentu.
Adapaun keunggulan media radio :
1.    Menjangkau jumlah khalayak sasaran yang besar pada waktu yang bersamaan.
2.    Menjangkau individu atau kelompok masyarakat yang hidp terpencil dan terpencar-pencar seperti kehidupan masayrakat agraris pada umumnya.
3.    Cepat menyampaikan pesan sehingga dapat memberikan informasi yang berguna.
4.    Mengatasi berbagai kendala geografis.
5.    Mudah dimengerti, tidak memerlukan kemampuan membaca yang memang belum banyak dimiliki rakyat banyak.

Media luar ruang
Ialah, seperti papan reklame.
Pengiklanan papan reklame merupakan media yang fleksibel dan murah.

Adapun keunggulan media luar ruang :
1.    Fleksibilitas
2.    Pengulangan paparan yang tinggi
3.    Biayanya rendah
4.    Persaingannya juga rendah

b.    Blow The Line

Yang termasuk media lini bawah antara lain :
-      Promosi penjualan
-      Sponsor
-      Direct mail
-      Pameran-pameran
Adapun keunggulan media ini :
1.    Audiens terpilih
2.    Fleksibilitas
3.    Tidak ada iklan dalam media yang sama
4.    personalisasi

 
Refrensi : http://yoanastriana15.blogspot.com/2012/04/tugas-3-manajemen-penjualan.html

Tugas 11

PESAN PERIKLANAN

Pesan periklanan Menurut Bovee (1996 : 141) ialah ide atau berita yang dikomunikasikan atau yang disampaikan kepada audience melalui media iklan.
Adapun yang harus diperhatikan dalam penyusunan pesan periklanan ialah :
a.  Isi pesan :

Komunikator harus memperhitungkan apa yang harus disampaikan kepada khalayak sasaran supaya mendapat tanggapan yang diinginkan. Dalam menentukan isi pesan yang baik, perlu adanya daya tarik yang unik, iyaitu :
-        Daya tarik rasional untuk membangkitkan kepentingan diri audience yang menunjukan bahwa produk tersebut akan menghasilkan manfaat.
-        Daya tarik emosional yang positif atau negatif yang akan memotivasi audience.
Contoh daya tarik positif seperti humor, cinta, dan kebahagiaan. Sedangkan contoh daya tarik negatif seperti rasa takut, rasa bersalah dan malu.
-        Daya tarik moral lebih diarahkan pada perasaan audience tentang apa yang benar dan apa yang baik.

b.  Struktur pesan :

Keefektifan suatu pesan tergantung pada struktur dan isinya. Struktur iklan yang baik ialah dapat memberi pernyataan dan mebiarkan pembaca dan pemirsa menarik kesimpulan sendiri.

c.  Format pesan :

Format pesan yang dibuat komunikator harus menyolok. Bila disiarkan melalui televisi maka semua elemen tersebut ditambah dengan bahasa tubuh yang direncankan.

d.  Sumber pesan :

Dampak pesan yang dirasakan oleh khalayak juga dipengaruhi oleh penerimaan khalayak terhadap pengirim pesan.
Adapun tiga faktor yang mempengaruhi kreditibilitas sumber pesan ialah :
-        Keahlian
Merupakan suatu pengetahuan khusus yang nampak dimiliki oleh komunikator yang mendukung pesan yang disampaikan.

-        Sifat terpercaya
Dihubungkan khalayak dengan seberapa objektif dan jujurnya sumber tersebut menurut khalayak.

-        Sifat disukai
Merupakan daya tarik sumber pesan dimata khalayak.

GAYA DALAM PELAKSANAAN PESAN PERIKLANAN :
a.  Menjual langsung (straight sell) : Gaya ini langsung tertuju pada informasi produk.
b.  Potongan kehidupan (slice of life) : Gaya ini didasarkan pada pendekatan pemecahan sehari-hari.
c.   Gaya hidup (life  style) : gaya ini menekankan bagaimana suatu produk sesuai dengan gaya hidup.
d.  Khayalan (fantasy) : gaya ini menciptakan fantasi disekitar produk tersebut atau penggunanya.
e.  Suasana / citra (mood or image) : gaya ini menciptakan pendekatan yang membangkitkan suasana atau citra disekitar produk yang menciptakan sebuah sugesti.
f.    Kepribadiaan : gaya ini menciptakan sebuah karakter yang menjadi personifikasi produk tersebut. Karakter bisa berbentuk orang.
g.  Keahlian teknis : keahlian teknis menciptakan pendekatan keahlian, pengalaman dan kebanggaan perusahaan dalam memproduksi produknya dengan teknik yang akurat.
h.  Bukti ilmiah : bukti ilmiah ini menciptakan pendekatan dengan menyajikan bukti survei ilmiah atau laboratorium untuk memperkuat bukti kualitas sebuah produk.
i.    Bukti kesaksian : bukti kesaksian seorang personal saat menggunakan produk dan memberikan komentar pengalamannya pada khalayak umum.
 
 
Refrensi : http://yoanastriana15.blogspot.com/2012/04/tugas-2-manajemen-penjualan.html