Jumat, 29 Juni 2012

Tugas 11

PESAN PERIKLANAN

Pesan periklanan Menurut Bovee (1996 : 141) ialah ide atau berita yang dikomunikasikan atau yang disampaikan kepada audience melalui media iklan.
Adapun yang harus diperhatikan dalam penyusunan pesan periklanan ialah :
a.  Isi pesan :

Komunikator harus memperhitungkan apa yang harus disampaikan kepada khalayak sasaran supaya mendapat tanggapan yang diinginkan. Dalam menentukan isi pesan yang baik, perlu adanya daya tarik yang unik, iyaitu :
-        Daya tarik rasional untuk membangkitkan kepentingan diri audience yang menunjukan bahwa produk tersebut akan menghasilkan manfaat.
-        Daya tarik emosional yang positif atau negatif yang akan memotivasi audience.
Contoh daya tarik positif seperti humor, cinta, dan kebahagiaan. Sedangkan contoh daya tarik negatif seperti rasa takut, rasa bersalah dan malu.
-        Daya tarik moral lebih diarahkan pada perasaan audience tentang apa yang benar dan apa yang baik.

b.  Struktur pesan :

Keefektifan suatu pesan tergantung pada struktur dan isinya. Struktur iklan yang baik ialah dapat memberi pernyataan dan mebiarkan pembaca dan pemirsa menarik kesimpulan sendiri.

c.  Format pesan :

Format pesan yang dibuat komunikator harus menyolok. Bila disiarkan melalui televisi maka semua elemen tersebut ditambah dengan bahasa tubuh yang direncankan.

d.  Sumber pesan :

Dampak pesan yang dirasakan oleh khalayak juga dipengaruhi oleh penerimaan khalayak terhadap pengirim pesan.
Adapun tiga faktor yang mempengaruhi kreditibilitas sumber pesan ialah :
-        Keahlian
Merupakan suatu pengetahuan khusus yang nampak dimiliki oleh komunikator yang mendukung pesan yang disampaikan.

-        Sifat terpercaya
Dihubungkan khalayak dengan seberapa objektif dan jujurnya sumber tersebut menurut khalayak.

-        Sifat disukai
Merupakan daya tarik sumber pesan dimata khalayak.

GAYA DALAM PELAKSANAAN PESAN PERIKLANAN :
a.  Menjual langsung (straight sell) : Gaya ini langsung tertuju pada informasi produk.
b.  Potongan kehidupan (slice of life) : Gaya ini didasarkan pada pendekatan pemecahan sehari-hari.
c.   Gaya hidup (life  style) : gaya ini menekankan bagaimana suatu produk sesuai dengan gaya hidup.
d.  Khayalan (fantasy) : gaya ini menciptakan fantasi disekitar produk tersebut atau penggunanya.
e.  Suasana / citra (mood or image) : gaya ini menciptakan pendekatan yang membangkitkan suasana atau citra disekitar produk yang menciptakan sebuah sugesti.
f.    Kepribadiaan : gaya ini menciptakan sebuah karakter yang menjadi personifikasi produk tersebut. Karakter bisa berbentuk orang.
g.  Keahlian teknis : keahlian teknis menciptakan pendekatan keahlian, pengalaman dan kebanggaan perusahaan dalam memproduksi produknya dengan teknik yang akurat.
h.  Bukti ilmiah : bukti ilmiah ini menciptakan pendekatan dengan menyajikan bukti survei ilmiah atau laboratorium untuk memperkuat bukti kualitas sebuah produk.
i.    Bukti kesaksian : bukti kesaksian seorang personal saat menggunakan produk dan memberikan komentar pengalamannya pada khalayak umum.
 
 
Refrensi : http://yoanastriana15.blogspot.com/2012/04/tugas-2-manajemen-penjualan.html 

Tugas 10

TUJUAN PERIKLANAN

Periklanan ialah suatu bentuk komunikasi yang ditujukan untuk mengajak orang yang melihat, membaca atau mendengarnya untuk melakukan sesuatu. Periklanan biasnya mencakup nama produk atau layanan produk bisa bermanfaat bagi pembeli.

Untuk menetapkan tujuan periklanan, harus berdasarkan keputusan-keputusan sebelumnya mengenai pasar sasaran, penentuan posisi pasar dan bauran pemasaran. Setelah pasar sasaran, strategi penentuan posisi dan bauran pemasaran jelas, baru menetapkan tujuan periklanan. Tujuan periklanan juga dapat digolongkan menurut sasarannya : untuk memberi informasi, persuasi atau mengingatkan para pembeli, menambah nilai dan membantu aktivitas perusahaan.

PENETAPAN TUJUAN PERIKLANAN

Tujuan periklanan dapat diklasifikasikan berdasarkan maksdunya :
a.    Periklanan informatif (informative advertising) yaitu sebagai kategori produk untuk membangun permintaan awal, yang mungkin :
-        Memberitahu pasara tentang satu produk baru dan membangun citra perusahaan.
-        Menyarankan penggunaan baru dari satu produk.
-        Menginformasikan pasar tentang perubahan harga.
b.    Periklanan persuasif (persuasive advertising) yaitu untuk membangun permintaan selektif untuk satu brand tertentu. Contoh periklanan persuasif :
-        Membangun brand preference atau mendorong untuk pindah ke brand kita.
-        Membujuk pembeli untuk membeli sekarang.
-        Mengubah persepsi pembeli tentang atribut dari produk.
c.    Periklanan yang mengingatkan (reminder advertising) yaitu untuk mengingatkan orang dengan satu produk yang sudah mature. Contoh periklanan yang mengingatkan :
-        Mengingatkan pembeli bahwa satu produk akan diperlukan di masa mendatang.
-        Mengungatkan pembeli tentang tempat membeli produk tersebut.
-        Memelihara ingatan tetntang produk tersebut selama musim penjualan.

Refrensi : http://yoanastriana15.blogspot.com/2012/04/tugas-1-manajemen-penjualan.html

Tugas 9

Promosi Penjualan

Promosi penjualan adalah bentuk persuasi langsung melalui penggunaan berbagai insentif yang dapat diatur untuk merangsang pembelian produk dengan segera dan atau meningkatkan jumlah barang yang dibeli oleh pelanggan.
Tujuan dari promosi penjualan sangat beraneka ragam yakni Merangsang permintaan, Meningkatkan hasrat konsumen untuk mencoba produk, membentuk goodwill, meningkatkan pembelian konsumen, juga bisa mendorong konsumen untuk membeli lebih banyak serta meminimimkan perilaku berganti-ganti merek, atau mendorong konsumen untuk mencoba pembelian produk baru. Tujuan lainnya juga bisa berupa untuk mendorong pembelian ulang produk.
Melalui promosi penjualan, perusahaan dapat menarik pelanggan baru, mempengaruhi pelanggannya untuk mencoba produk baru, mendorong pelanggan membeli lebih banyak, menyerang aktifitas promosi pesaing.
Sifat-sifat yang terkandung dalam promosi penjualan diantaranya adalah komunikasi, insentif dan undangan (invitation). Sifat komunikasi mengandung arti bahwa promosi penjualan mampu menarik perhatian dan memberi informasi yang memperkenalkan pelanggan pada produk. Sifat insentif yaitu memberikan keistimewaan dan rangsangan yang bernilai bagi pelanggan. Sedangkan sifat undangan adalah mengundang khalayak untuk membeli saat itu juga.

Sumber : Strategi Pemasaran, Fandi Tjiptono, Penerbit Andi Yogyakarta
 
Refrensi : http://id.shvoong.com/business-management/2129870-promosi-penjualan/

Tugas 8

Evaluasi tenaga penjualan

Evaluasi Prestasi Formal
Menggunakan laporan armada penjual dan informasi yang lain, manajemen penjualan secara formal mengevaluasi anggota armada penjual. Evaluasi formal menghasilkan empat manfaat. :
1)      Manjemen harus mengembangkan dan menyampaikan standar yang jelas untuk menilai kinerja.
2)      Manajemen harus mengumpulkan informasi yang lengkap mengenai setiap wiraniaga.
3)      Penjual menerima umpan balik konstruktif yang membantu mereka untuk memperbaiki kinerja di masa depan.
4)      Penjual termotivasi untuk berprestasi baik karena mengetahui bahwa mereka harus menghadap manajer penjualan dan menjelaskan kinerja mereka.

MEMBANDINGKAN KINERJA TENAGA PENJUAL.
Salah satu jenis evaluasi membandingkan dan membuat peringkat kinerja penjualan dari teniga penjual yang berbeda. Akan tetapi, pembandingan seperti ini dapat salah arah. Kinerja tenaga penjual mungkin berbeda karena perbedaan dalam potensi teritori, beban kerja, tingkat persaingan, usaha promosi perusahaan, dan faktor-faktor lain. Lebih lanjut, penjualan biasanya bukan indikator terbaik dari kinerja. Manajemen harus lebih memperhatikan berapa banyak kontribusi tenaga penjual pada laba bersih, perhatian yang mengharuskan pengamatan terhadap bauran penjualan dan pengeluaran.masing-masing tenaga penjual.

MEMBANDINGKAN PENJUALAN MASA KINI DENGAN MASA SILAM. Jenis evaluasi kedua adalah membandingkan kinerja wiraniaga saat ini dengan prestasi di masa lalu. Pembandingan seperti ini langsung menunjukkan kemajuan seseorang.Contoh:
Manajer penjualan belajar banyak mengenai Chris Bennett. Total penjualan Bennett naik setiap tahun. Ini tidak berarti Bennett bekerja lebih baik. Rincian produk yang dijual menunjukkan bahwa Bennett berhasil mendorong penjualan produk B 1ebih baik ketimbang produk A. Menurut kuota untuk kedua produk tadi, keberhasilan menaikkan penjualan produk B mungkin dengan mengorbankan penjualan produk A. Menurut laba kotor, perusahaan mengantongi laba kotor dua kali lipat (sebagai nisbah terhadap penjualan) kalau menjual A ketimbang B. Bennett mungkin mendorong volume penjualan produk yang memberikan laba kecil dengan mengorbankan produk yang lebih mendatangkan laba. Walaupun Bennett menaikkan total penjualan dengan $1.000 antara tahun 1992 dan 1993, laba kotor dari penjualan total sebenarnya turun $580.              Biaya penjualan terus menunjukkan kenaikan, walaupun biaya total sebagai persentase penjualan total tampaknya terkendali. Kecenderungan naiknya biaya yang dikeluarkan Bennett tampaknya tidak berkaitan dengan kenaikan jumlah kunjungan , walaupun mungkin berkaitan dengan keberhasilan memperoleh pelanggan baru. Akan tetapi, ada kemungkinan bahwa dalam menjaring pelanggan baru, Bennett mengabaikan pelanggan yang sudah ada, seperti terbukti dengan kecenderungan naiknya jumlah pelanggan yang hilang .
Dua baris terakhir pada tabel menunjukkan tingkat dan kecenderungan dalam penjualan dan laba kotor yang diperoleh Bennett per pelanggan. Bila laba kotor per pelanggan rata-rata dari Chris Bennett lebih rendah ketimbang rata-rata perusahaan, Chris mungkin memusatkan perhatian pada pelanggan yang keliru atau mungkin tidak meluangkan waktu yang cukup dengan setiap pelanggan. Bennett mungkin melakukan kunjungan lebih sedikit ketimbang tata-rata wiraniaga. Bila jarak dalam teritori tidak terlalu berbeda, ini berarti dia tidak bekerja sehari penuh, dia kurang baik dalam membuat rencana rute atau meminimalkan waktu menunggu, atau dia membuang terlalu banyak waktu dengan pelanggan tertentu.

EVALUASI KUALITATIF TENAGA PENJUAL

Evaluasi kualitatif biasanya meneliti pengetahuan wiraniaga mengenai perusahaan, produk, pelanggan, pesaing, teritori, dan tugas. Sifat-sifat pribadi-sikap, penam­pilan, cara berbicara, dan temperamen dapat dinilai. Manajer penjualan juga dapat meninjau kalau ada masalah dalam motivasi atau pelaksanaan pekerjaan. Setiap perusahaan harus memutuskan apa yang paling berharga untuk diketahui. Perusahaan harus menyampaikan kriteria ini kepada tenaga penjual sehingga mereka mengetahui bagaimana kinerja mereka dievaluasi dan dapat berusaha untuk mem­perbaikinya.

Refrensi : http://www.sylabus.web44.net/pemasaranfile/pemasarankuliah9.htm

 

Tugas 7

MOTIVASI TENAGA PENJUALAN
 
Motivasi adalah unsur yang berhubungan dengan kepemimpinan dan pemilihan staf yang terbaik dalam konteks wiraniaga. Motivasi dan kepemimpinan dibutuhkan dalam menajemen penjualan untuk :
a.    Mendorong orang menjalankan pekerjaan mereka dengan benar.
b.    Mendorong orang berfikir mengenai pekerjaan mereka.
c.     Mendorong orang untuk bersemangat.
Ada tenaga penjual yang akan bekerja sangat baik tanpa dorongan khusu dari manajemen. Oleh, karena itu. Tenaga penjual sering memerlukan dorongan khusus untuk berusaha sebaik-baiknya. Manajemen dapat meningkatkan semangat kerja dan kinerja armada penjual lewat iklim organisasi, kuota penjualan dan insentif positif
1.   Iklim Organisasi
Iklim organisasi menggambarkan perasaan tenaga penjual mereka, nilai dan penghargaan atas kinerja yang baik dalam perusahaan. Beberapa perusahaan memperlakukann tenaga penjual seolah-olah tidak penting.
2.   Kuota Penjualan
Perusahaan menetapkan kuota penjualan bagi tenaga penjual standar yang menyatakan jumlah penjualan yang harus mereka capai dan dari produk apa saja. Kuota penjualan ditetapkan pada saat rencana pemasaran tahunan dikembangkan.
3.   Insetif Positif
Perusahaan juga menggunakan beberapa insetif untuk meningkatkan usaha armada penjual. Rapat penjualan menjadi peristiwa sosial. Perusahaan juga mensponsori perlombaan penjualan untuk memacu armada penjual mengusahakan penjualan di atas apa yang biasanya diharapkan.

Tugas 6

Pelatihan tenaga penjualan

MELATIH PARA PENJUAL
Banyak perusahaan biasa mengirimkan tenaga penjual baru ke lapangan hampir segera setelah mereka diterima. Mereka dibekali sampel, buku pesanan, dan instruksi umum ("juallah di sebelah barat Missi­ssippi"). Program pelatihan dianggap mewah. Bagi banyak perusahaan, program pelatihan diterjemah­kan meniadi pengeluaran besar untuk pelatih, material, ruang, dan gaji bagi seseorang yang belum men­jual apa-apa, dan kehilangan peluang menjual selama orang tersebut tidak berada di lapangan.
Akan tetapi, dewasa ini tenaga penjual baru mungkin menghabiskan waktu antara beberapa ming­gu atau bulan sampai setahun atau lebih dalam pelatihan. Tenaga penjual baru di Norton Company, pabrik ampelas industri, harus mengikuti pelatihan selama 12 bulan. Enam bulan pertama dihabiskan di kantor pusat, sisa waktu di lapangan. Periode awal memfokus pada keterampilan menjual, pengeta­huan produk, perusahaan, dan distributor yang menjual produk Norton. Tenaga penjual bahkan meng­habiskan dua minggu dengan salah satu distributor Norton. Mereka belajar, antara lain, bahwa distri­butor itu dikunjungi puluhan tenaga penjual sepanjang hari. Setelah pelatihan awal, setiap tahun Norton memanggil kira-cira sepertiga dari 200 tenaga penjualnya ke kantor pusat untuk menindaklanjuti pelatihan.
Program pelatihan mempunyai beberapa sasaran.
Tenaga penjual harus tahu dan merasa bagian perusahaan.         Mereka harus tahu produk perusahaan, jadi cara pembuatannya ditunjukkan kepada mereka. Mereka juga harus mengetahui karakteristik pelanggan dan pesaing, jadi pelatihan mengajarkan mengenai strategi pesaing dan mengenai berbagai tipe pelanggan serta kebutuhan masing-masing, motif pembelian, clan kebiasaan membeli. Karena tenaga penjual harus mengetahui cara melakukan presentasi yang efektif, mereka dilatih dalam hal prinsip-prinsip penjualan. Akhirnya, tenaga penjual harus mengetahui prosedur di lapangan dan tanggung jawab. Mereka belajar tentang cara mem­bagi waktu antara pelanggan yang aktif dan potensial serta cara menggunakan biaya, membuat laporan, dan menyampaikan komunikasi secara efektif.

Refrensi : http://www.sylabus.web44.net/pemasaranfile/pemasarankuliah9.htm

Tugas 5

Rekrutmen tenaga penjualan

Dalam suatu perusahaan dagang biasanya kemajuan perusahaan juga ditentukan oleh para tenaga penjualannya. Sedangkan masih banyak tenaga penjualan yang kurang kompeten, dan untuk masalah tersebut adalah dengan dimulai dari manager pemasarannya. Seorang manager pemasaran harus mengerti fungsi pokok dari manajemen penjualan yaitu perencanaan, pengorganisasian dan pengendalian.
Selain itu harus bisa memilih mana tenaga penjualan yang kompeten dan mana yang tidak. Itu bisa dilkukan saat rekrutmen tenaga penjualan baru. Sedangkan untuk tenaga penjualan yang lama tetapi kurang kompeten bisa dilakukan pelatihan pada tenaga penjualan. Pelatihan tersebut mesti dilakukan dengan baik dan terorganisasi. Pelatihan dimulai dari perencanaan pelatihan, menyususn program pelatihan dan melakukan penevaluasian pelatihan. Dengan dilakukan pelatihan terhadap tenaga penjualan yang kurang kompeten diharapkan tenaga penjualan tersebut bisa menjadi lebih bermutu dan dapat memajukan perusahaan tersebut.

Pembinaan Tenaga Penjualan :
1.    Menetapkan jumlah wiraniaga suatu daerah :
dengan mengetahui kuota unitnya serta kemampuan jumlah wiraniaga, dapat diperkirakan jum;ah wiraniaga yang diperlukan.
2.    Menetapkan persyaratan wiraniaga :
Misalnya persyaratan pengetahuan, keterampilan, kepribadian.
3.    Menyeleksi wiraniaga :
Khususnya dalam hal-hala yang berhubungan dengan keterampilan dan pengetahuan khusus.
4.    Pelatihan wiraniaga :
Manager menetapkan macam pelatihan apa yang diperlukan, membantu dalam membentuk latihan ditempat kerja.
5.    Motivasi wiraniaga :
Hakekatnya motivasi wiraniaga dapat dilakukan dengan memberi intensiv ataupun bonus.
 
REFERENSI



 

Tugas 4

Mengelola Tenaga Penjualan

Dalam mengelola tenaga penjualan, perusahaan harus melakukan rekrutmen, pemilihan, pelatihan, pengawasan, pemberian motivasi, dan pengevaluasian perwakilan penjualan. Berbagai kebijakan dan prosedur menuntun keputusan - keputusan ini.

Selasa, 26 Juni 2012

Tugas 3

Struktur Penjualan

Tujuan sistem penjualan adalah:

Mencatat order penjualan dengan cepat dan akurat
Untuk memverifikasi konsumen yang layak menerima kredit
Untuk mengirima produk dan memberikan jasa tepat waktu, sesuai yang dijanjikan kepada konsumen
Untuk membuat tagihan atas produk dan jasa secara tepat waktu dan akurat
Untuk mencatat dan mengelompokkan penerimaan kas secara cepat dan akurat
Untuk memposting penjualan dan penerimaan kas ke rekening piutang
Untuk menjaga keamanan produk
Untuk menjaga kas perusahaan

INPUT SISTEM PENJUALAN

Order konsumen. Order yang dikirim oleh konsumen
Order penjualan. Sarana untuk merekam order konsumen yang dibuat oleh perusahaan.
Order acknowledgment. Rangkap dari order penjualan yang dikirim ke konsumen untuk memberi tahu konsumen bahwa ordernya telah diterima.
Picking list. Rangkap dari order penjualan yang dikirim ke bagian gudang sebagai sara untuk menyiapkan barang yang dipesan.
Packing slip. Rangkap dari order penjualan yang disertakan dengan paket barang yang akan dikirim ke konsumen.
Billing of ladding. Sarana untuk meminta agen transportasi (kurir) untuk mengirimkan barang perusahaan ke konsumen.
Shipping notice. Rangkap dari order penjualan atau dokumen lain yang berfungsi sebagai bukti bahwa barang memang telah dikirimkan.
Sales invoice. Faktur penjualan dikirimkan ke konsumen untuk menagih penjualan.
Remittance advice. Dokumen yang menunjukkan jumlah kas yang diterima dari konsumen.
Deposit slip. Slip setoran di bank.
Back order. Dokumen yang dibuat pada saat jumlah persediaan tidak dapat memenuhi permintaan pesanan dari konsumen.
Memo kredit. Dokumen yang berfungsi sebagai bukti kredit atas piutang konsumen, akibat retur penjualan.
Aplikasi kredit. Formulir untuk merekam data dan informasi konsumen baru yang hendak mengajukan kredit.
Salesperson call report. Formulir yang digunakan untuk merekam telpon yang dilakukan salesman untuk memprospek konsumen.
Deliquent notice. Dokumen dikirimkan ke konsumen yang piutangnya telah lewat tanggal jatuh tempo.
Write Off Notice. Dokumen yang dibuat oleh manajer kredit pada saat sebuah piutang sudah benar-benar macet.
Cash register receipt. Formulir yang digunakan oleh toko pengecer untuk merekam kas yang diterima.

SUMBER : http://ahmetmiftah.blogspot.com/2011/11/sistem-informasi-akuntansi-penjualan.html

Tulisan 8

klo gag tau,mendingan diam klo gag tanya.jangan berargumen sendiri

Tulisan 7

yang baik - baik akan datang apabila di mulai dengan yang baik - baik juga

Rabu, 30 Mei 2012

Tugas 2

Tujuan dan Strategi Penjualan

Tujuan utama strategi promosi penjualan produk yang harus anda ketahui. Semuanya bertujuan untuk memberikan penawaran menarik kepada konsumen.
1. Meningkatkan Volume
Strategi promosi penjualan sangat bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan tujuan jangka pendek bisnis anda. Bisa anda lakukan untuk menghabiskan stok lama, mengurangi stok yang ada di gudang atau untuk memenuhi stok yang ada di tingkat pengecer sebelum pesaing anda memperkenalkan produknya.
Strategi promosi penjualan juga bisa membuat “pembeli marjinal” datang membeli produk anda. Pembeli marjinal adalah mereka yang membeli hanya ketika suatu produk atau jasa sedang dalam masa “promosi”. Biasaya pembeli marjinal ini tidak disukai oleh perusahaan.
Tapi anda jangan khawatir, strategi promosi penjualan dapat menggiring pembeli marjinal menjadi pembeli setia, asal produk anda mengena di hati mereka.
2. Meningkatkan Pembeli Coba-Coba
Strategi promosi penjualan juga bisa membuat pembeli potensial anda datang untuk menggunakan produk atau jasa anda. Pembeli potensial adalah orang yang tidak pernah menggunakan produk atau jasa anda atau hanya pernah menggunakan produk atau jasa sejenis dari pesaing anda.
Mereka tidak akan pernah membeli produk anda dalam jumlah besar sebelum tahu bahwa mereka menyukai produk atau jasa anda. Dan poin pentingnya, pembeli potensial adalah sumber utama untuk meningkatkan volume penjualan anda. Strategi promosi penjualannya bisa anda lakukan dengan cara:
  • Memberikan sampel gratis atau kupon untuk mencoba sehingga calon pembeli dapat mencoba produk atau jasa anda.
  • Memberikan manfaat tambahan sehingga produk atau jasa anda tampak superior dibandingkan produk sejenis.
  • Memberikan manfaat finansial jangka pendek. Bisa dengan cara memberikan angsuran pembelian tanpa bunga, tentunya dengan memperhatikan situasi dan kondisi usaha anda.
3. Meningkatkan Pembelian Ulang
Strategi promosi penjualan dengan cara promosi pembelian kembali bisa digunakan untuk meningkatkan pembelian tetap atau pembelian dalam jumlah besar. Promosi pembelian kembali juga bisa anda gunakan untuk “menganggu” peluncuran produk pesaing dan membuat pelanggan anda terbiasa menggunakan produk yang anda buat. Anda bisa gunakan cara-cara efektif seperti :
  • Kupon di dalam produk yang berisi potongan harga bagi pembelian selanjutnya.
  • Menggunakan cara “beli tiga gratis satu”.
  • Atau menggunakan cara “10 kupon gratis satu”.
4. Meningkatkan Loyalitas
Promosi loyalitas berbeda dengan strategi promosi penjualan seperti pemberian diskon langsung. Promosi loyalitas lebih ke memberikan daya tarik berupa manfaat jangka panjang kepada konsumen. Contohnya adalah anda memberikan sebuah kupon berisi manfaat tertentu. Bagi siapa saja yang mendapatkan kupon tersebut berhak menjadi anggota klub yang di dalamnya berisi fasilitas-fasilitas yang anda berikan secara khusus.
5. Memperluas Kegunaan
Pada saat kegunaan awal sebuah produk atau jasa mulai menghilang, anda harus segera memperluas kegunaan produk atau jasa anda. Contohnya seperti yang pernah teman saya lakukan. Dia berusaha memperluas kegunaan taksi motornya. Dia merubah layanan jasa yang tadinya hanya mengantar penumpang menjadi layanan antar jemput anak sekolah.

Refrensi:http://www.dokterbisnis.net/2010/02/24/10-tujuan-utama-strategi-promosi-penjualan-produk-bagian-1/

Tugas 1

Negoisasi

Negosiasi adalah sebuah bentuk interaksi sosial saat pihak - pihak yang terlibat berusaha untuk saling menyelesaikan tujuan yang berbeda dan bertentangan. Menurut kamus Oxford, negosiasi adalah suatu cara untuk mencapai suatu kesepakatan melalui diskusi formal. Negosiasi merupakan suatu proses saat dua pihak mencapai perjanjian yang dapat memenuhi kepuasan semua pihak yang berkepentingan dengan elemen-elemen kerjasama dan kompetisi.Termasuk di dalamnya, tindakan yang dilakukan ketika berkomunikasi, kerjasama atau memengaruhi orang lain dengan tujuan tertentu. 
Negosiasi merupakan salah satu aspek penting dalam penjualan personal. Dalam negosiasi kedua pihak yaitu penjual dan pembeli membuat kesepakatan tentang harga, kuantitas, dan syarat-syarat lainnya. Dalam negosiasi kedua pihak dapat saling tawar-menawar untuk membuat suatu kesepakatan. Oleh sebab itu salesperson perlu untuk memiliki keahlian dalam bernegosiasi. Dalam kondisi dan situasi tertentu negosiasi merupakan kegiatan yang tepat menutup penjualan, terutama ketika sudah ada zona kesepakatan/zone of agreement. Zona kesepakatan ini terjadi ketika hasil-hasil perundingan sudah dapat diterima oleh kedua pihak baik pembeli maupun penjual.
Dalam negosiasi, strategi adalah hal penting dalam penjualan secara sukses. Strategi negosiasi adalah suatu komitmen terhadap pendekatan yang menyeluruh yang berpeluang untuk mencapai tujuan perundingan. Beberapasalesperson ada yang menggunakan strategi keras/hard sementara yang lain menggunakan strategi lunak/soft.
Seorang negosiator juga menggunakan taktik yang biasa disebut sebagai taktik perundingan. Taktik ini seperti sebuah manuver yang dibuat sesuai dengan kondisi tertentu. Taktik harus selaras dengan strategi yang digunakan dalam bernegosiasi. Misal, jika ada pihak lain yang lebih kuat maka kita dapat menggunakan taktik BATNA (Best Alternative to a Negotiated Agreement). Taktik ini menjelaskan tentang bagaimana kita harus dapat mengidentifikasi alternatif lain jika tidak terjadi penyelesaian dengan menentukan standar-standar untuk mengukur setiap tawaran. Sehingga kita bisa terbebas dari tekanan-tekanan untuk menerima syarat-syarat yang tidak menguntungkan dari lawan yang lebih kuat.
Taktik lainnya adalah tanggapan yang dimaksudkan untuk menipum membuat melenceng, atau memengaruhi perundingan tersebut. Seorang negosiator harus pandai-pandai mengenali taktik yang digunakan lawannya dan berusaha untuk menyusun taktik balasan agar tidak terjadi kerugian dipihaknya.

Refrensi: http://id.wikipedia.org/wiki/Negosiasi
              http://communicationdomain.wordpress.com/2010/12/18/personal-selling/


Kamis, 17 Mei 2012

Tulisan 6

Ichii udh ky ade gue,mainan gue,penghibur gue.temen ngobrol gue.lo semua pd pergi,dia doang temen gue!ga pd ngerti,seneng kali ngeliat gue ngomong sm tembok :'(

Tulisan 5

mendingan gag punya pacar drpd drpd punya pacar cuma bawa pengaruh buruk ajh bwt kita'nya.#menurutgw

Tulisan 4

semua apa" bisa di beli,bisa di jual juga.orang tua doang yang gag diperjual belikan,hari ibu ini,tp knp gag ada hari ayah.padahal sama pentingnya buat gue. really miss dad & mom.

Tulisan 3

Apapun itu,restu orang tua itu penting,gw mah ga mau yg gue anggap anugrah nantinya akan jd petaka or musibah di kemudian harinya

Tulisan 2

Diemdieman itu ga enak3-| ,makin nambah berburuk sangkanya'kan

Tulisan 1

teman,sahabat,pacar,sodara memiliki kemungkinan untuk menghianati 99%.tapi orang tua kemungkinan berhianat itu 1%

Senin, 07 Mei 2012

Hubungan Bilateral antara Indonesia - Thailand

Indonesia-Thailand Pererat Sektor Perikanan

Thailand sangat bergantung pada perikanan Indonesia untuk penuhi permintaan domestik

Indonesia dan Thailand akan mempererat kerja sama di industri perikanan. Bagi Thailand, Indonesia termasuk salah satu produsen utama ikan di tingkat global sehingga perlu bekerja untuk memenuhi konsumsi domestik.

Demikian hasil pertemuan antara Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa dengan koleganya dari Thailand, Menlu Kasit Piromya, di Jakarta, Senin 15 Februari 2010.

"Kami berdiskusi bagaimana mempererat hubungan kedua negara di bidang perikanan. Kami ingin hubungan itu tidak hanya mengenai izin bagi Thailand untuk mengambil ikan di lautan Indonesia," kata Marty. "Kami ingin agar Thailand juga berinvestasi di sektor perikanan di Indonesia," lanjutnya.

Sedangkan Kasit mengatakan, Indonesia adalah salah satu produsen terbesar ikan dan memiliki armada perikanan dan industri pemrosesan ikan terbesar di dunia. Itulah yang membuat Thailand sangat bergantung pada sektor perikanan Indonesia untuk memenuhi permintaan domestik.

"Kami juga ingin kerja sama di bidang perikanan menghasilkan keuntungan bagi kedua pihak, tidak hanya secara sepihak," kata Kasit.

Menurut Marty, kedua negara sedang mencari formula tepat dalam menghasilkan Nota Kesepahaman (MoU) terkait isu perikanan. "Pada pertengahan tahun ini, kami berharap MoU tersebut bisa ditandatangani," kata Marty.

Selain isu perikanan, kedua menteri juga membahas bagaimana meningkatkan peran ASEAN di tingkat global dan kegiatan-kegiatan untuk memperingati 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Thailand.

"Untuk memperingatai 60 tahun hubungan kedua negara, kami akan menyelenggarakan beberapa kegiatan seperti workshop dan seminar," kata Marty.




refrensi : http://dunia.vivanews.com/news/read/129622-indonesia_thailand_pererat_sektor_perikanan